Tindak Lanjuti Aduan Warga, Satpol PP Razia Kosan Per Jam di Kota Metro

NTV | KOTA METRO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Metro bakal mengevaluasi perizinan indekos dengan sistem pembayaran berdasarkan jam penyewaan alian ‘Kosan Per Jam’.

Hal itu dilakukan usai ditemukan sejumlah pasangan laki-laki dan perempuan di luar nikah dalam satu kamar pada Kamis (30/5/2024) malam.

“Ya itu (kosan perjam) catatan bagi kami untuk selanjutnya kita akan evaluasi terkait perizinannya,” ujar Kepala Satpol PP Kota Metro Jose Sarmento.

Satpol PP Metro juga tak segan-segan melakukan penutupan secara paksa, jika kosan perjam dijadikan lokasi pesta obat-obatan berbahaya, narkotika, hingga bisnis prostitusi.

Keberadaan kosan perjam di Kota Metro mulai diresahkan oleh masyarakat dengan maraknya remaja yang keluar masuk indekos tanpa kenal waktu.

Menanggapi hal tersebut, petugas gabungan dari Satpol PP, unsur Pemerintahan, dan Aparat Penegak Hukum melakukan razia ke sejumlah indekos yang berada di wilayah padat penduduk hingga kawasan pendidikan.

“Kegiatan malam ini kita menindaklanjuti laporan dari masyarakat, di mana ada kos-kosan atau rumah kontrakan yang disalahgunakan dalam hal ini penghuni-penghuninya adalah pasangan bukan suami istri,” jelasnya.

Adapun razia dimulai pada pukul 20.00 WIB menyasar kawasan indekos di Jalan Mahakam Rawasari, Kelurahan Yosorejo, Kecamatan Metro Timur.

Kemudian petugas juga merazia indekos di lingkungan pendidikan Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat.

Hasilnya, petugas menemukan pasangan laki-laki perempuan diluar pernikahan dalam satu kamar kos.

“Seperti yang kita temui pada malam ini banyak pasangan yang bukan suami istri, artinya kos-kosan ini harus dievaluasi,” terangnya.

Untuk razia kali ini hanya dilakukan pendataan terhadap para penghuni kos dan diimbau untuk tidak kembali menerima tamu lawan jenis hingga larut malam.

Satpol PP Metro juga berkomitmen akan terus melakukan razia di tempat-tempat yang dilaporkan mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Dan kita lakukan pencegahan-pencegahan terkait dengan kenakalan remaja, peredaran obat-obatan, narkoba, dan sebagainya,” tegasnya.

Dengan rutin menggelar razia sebagai langkah pencegahan diharapkan dapat meminimalisir kenakalan remaja di Kota Metro.

“Apalagi di Metro sekarang terkenal dengan Geng Motor yang telah ditangani pihak kepolisian, dan kita membantu untuk melakukan pencegahan-pencegahan tersebut,” tandasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *