Naeswaritv.com | METRO – Di tengah sorotan publik terkait sejumlah keluhan masyarakat terhadap layanan kesehatan, RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro memperoleh penilaian positif dari BPJS Kesehatan berdasarkan hasil kunjungan lapangan serta indikator mutu pelayanan rumah sakit.
Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Pusat, Rukijo, saat melakukan kunjungan ke RSUD A Yani Metro pada 8 Mei 2026, menyatakan pelayanan yang diberikan rumah sakit tersebut sudah berjalan dengan baik. Penilaian serupa sebelumnya juga disampaikan Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah III, Anurman Huda, saat melakukan kunjungan pada 15 April 2026. Dalam kesempatan itu, Anurman melakukan pemantauan langsung dan berdialog dengan sejumlah pasien untuk memastikan kualitas pelayanan yang diterima.
Selain hasil penilaian dari BPJS Kesehatan, capaian indikator nasional mutu rumah sakit juga menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan data tahun 2025, tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan di RSUD A Yani Metro mencapai 85 persen. Angka tersebut sesuai dengan target yang telah ditetapkan sekaligus menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Data lainnya mencatat tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) mencapai 71,59 persen. Capaian tersebut berada dalam rentang ideal yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, yakni antara 60 hingga 80 persen. Sementara itu, rata-rata kunjungan pasien ke poliklinik mencapai 384 orang per hari, yang mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di rumah sakit milik Pemerintah Kota Metro tersebut.
Direktur RSUD A Yani Metro menyampaikan bahwa berbagai capaian tersebut menjadi motivasi bagi rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Sejalan dengan visi menjadi rumah sakit unggul dalam pelayanan dan pendidikan, RSUD A Yani Metro terus melakukan pembenahan melalui penguatan sarana dan prasarana, pemenuhan peralatan kesehatan modern, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
Selain itu, rumah sakit juga terus mendorong kemandirian dalam pengelolaan keuangan dan mengembangkan perannya sebagai institusi yang mampu menyelenggarakan pendidikan serta pelatihan di bidang kesehatan. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Metro dan wilayah sekitarnya.(Red)
